Tanggamus, Suaraexpose.com – Sejumlah Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kabupaten Tanggamus terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengelolaan anggaran yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan sekolah, Rabo 21/07/2026.
Alokasi anggaran yang digunakan untuk pembayaran honorarium tenaga pendidik serta kebutuhan administrasi sekolah dinilai sebagai bagian penting dalam menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar yang efektif dan berkualitas.
Berdasarkan data penggunaan anggaran sekolah, sejumlah SMAN di Kabupaten Tanggamus mengalokasikan dana untuk mendukung tenaga pendidik non-ASN, tenaga kependidikan, serta kebutuhan administrasi yang menunjang operasional sekolah sehari-hari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh kegiatan pendidikan dapat berjalan secara optimal.
SMAN 1 Kota Agung, misalnya, mengelola anggaran sebesar Rp1,416 miliar dengan alokasi honorarium Rp317,16 juta dan administrasi sekolah Rp299,88 juta. Sementara itu, SMAN 1 Talang Padang mengelola anggaran Rp1,455 miliar dengan alokasi honorarium Rp307,73 juta dan administrasi sekolah Rp414,84 juta.
Di wilayah lain, SMAN 2 Kota Agung mengalokasikan dana untuk honorarium sebesar Rp165,55 juta dan administrasi sekolah Rp326,47 juta dari total anggaran Rp1,117 miliar.
Sedangkan SMAN 1 Sumberejo memanfaatkan sebagian anggarannya untuk honorarium Rp139,97 juta dan administrasi sekolah Rp207,61 juta guna mendukung kelancaran pelayanan pendidikan.
Tak hanya sekolah dengan jumlah peserta didik besar, sekolah-sekolah di wilayah kecamatan juga terus berupaya menjaga kualitas layanan pendidikan.
SMAN 1 Air Naningan, misalnya, mengalokasikan dana honorarium Rp122,56 juta dan administrasi sekolah Rp103,92 juta dari total anggaran Rp442,5 juta. Begitu pula SMAN 1 Wonosobo yang mengalokasikan Rp124,53 juta untuk honorarium dan Rp112,85 juta untuk administrasi sekolah.
Penggunaan anggaran tersebut mencerminkan perhatian sekolah terhadap keberlangsungan layanan pendidikan, termasuk pemenuhan kebutuhan tenaga pendidik, tenaga administrasi, pengelolaan dokumen sekolah, pelaksanaan kegiatan pembelajaran, serta berbagai layanan pendukung lainnya yang dibutuhkan peserta didik.
Pengamat pendidikan menilai bahwa keberadaan tenaga honorer dan tenaga kependidikan masih memiliki peran strategis dalam mendukung operasional sekolah. Oleh karena itu, alokasi anggaran untuk honorarium merupakan bagian dari investasi sumber daya manusia yang berdampak langsung terhadap kualitas layanan pendidikan.
Selain itu, belanja administrasi sekolah juga menjadi instrumen penting dalam mendukung tata kelola pendidikan yang tertib, akuntabel, dan profesional. Administrasi yang baik memungkinkan sekolah menjalankan berbagai program pendidikan secara terencana dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan pengelolaan anggaran yang tepat sasaran, SMA Negeri di Kabupaten Tanggamus diharapkan mampu terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat pelayanan kepada siswa, serta menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi lahirnya generasi muda yang unggul dan berdaya saing.
Komitmen tersebut sejalan dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan, sehingga manfaat anggaran pendidikan dapat dirasakan secara langsung oleh peserta didik, tenaga pendidik, maupun masyarakat luas.(Red)
















