Bandar Lampung, Suaraexpose.com — Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Lampung turut memeriahkan rangkaian Festival Krakatau 2026 dengan mengusung semangat budaya Lampung, “Nengah Nyappur”.
Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi insan pendidikan untuk ikut memperkuat nilai-nilai budaya daerah sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Lampung, Rodi Hayani Samsun, S.H., M.IP., turut mendorong keterlibatan jajaran pendidikan dalam kegiatan yang mengangkat kekayaan seni dan budaya Lampung tersebut.
Cabdin Pendidikan Wilayah II membawahi satuan pendidikan jenjang SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, dan Kabupaten Tanggamus.
Karena itu, keterlibatan unsur pendidikan dari tiga wilayah tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.
Dalam unggahan media sosial Cabdin Pendidikan Wilayah II Provinsi Lampung, semangat “Nengah Nyappur” ditampilkan melalui kehadiran perwakilan Cabdin bersama peserta yang mengenakan busana dan kostum tradisional dalam suasana Festival Krakatau 2026.
“Nengah Nyappur” merupakan salah satu falsafah hidup masyarakat Lampung yang mengandung makna pentingnya membangun hubungan sosial, bergaul, berkomunikasi, serta hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat.
Nilai tersebut dinilai relevan dengan lingkungan pendidikan karena sekolah tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi ruang pembentukan karakter dan penguatan identitas budaya peserta didik.
Melalui Festival Krakatau 2026, para pelajar dan insan pendidikan dari Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus dapat turut mengenal sekaligus menampilkan keberagaman budaya Lampung.
Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Kacabdin Wilayah II Lampung Rodi Hayani Samsun, S.H., M.IP. menempatkan keterlibatan insan pendidikan dalam kegiatan kebudayaan sebagai bagian dari upaya menjaga agar nilai-nilai lokal tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
Semangat “Nengah Nyappur” juga mencerminkan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan antara dunia pendidikan dengan masyarakat.
Nilai tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan zaman yang terus membawa perubahan dalam kehidupan sosial generasi muda.
Festival Krakatau 2026 dengan demikian tidak hanya menjadi ruang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi yang mempertemukan pelajar, pendidik, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam satu semangat kebersamaan.
Keterlibatan Cabdin Pendidikan Wilayah II bersama insan pendidikan dari Pesawaran, Pringsewu, dan Tanggamus diharapkan dapat semakin memperkuat komitmen untuk mengenalkan, menjaga, dan melestarikan warisan budaya Lampung.
Dengan semangat “Nengah Nyappur”, Festival Krakatau 2026 menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, membangun kebersamaan, serta memastikan kekayaan budaya Lampung terus diwariskan kepada generasi berikutnya.(Red)


















