BANDAR LAMPUNG – Suaraexpose.com, SMAN 2 Bandar Lampung (SMANDA) semakin menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pendidikan berkualitas dengan mengusung konsep Sekolah Role Model. Pada Kamis (26/2/2026), Kepala Sekolah Seven Sari, S.Pd., M.M., menghadiri undangan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung untuk memaparkan rancangan program yang menjadi fondasi sekolah ini sebagai contoh teladan di Provinsi Lampung.
Kegiatan yang juga dihadiri oleh tim dari SMAN 9 Bandar Lampung tersebut menjadi bukti keseriusan SMANDA dalam mengembangkan kualitas pendidikan. Seven Sari didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, menegaskan bahwa konsep Sekolah Role Model bukan sekadar predikat, melainkan model yang bisa dijadikan rujukan dalam tata kelola, budaya sekolah, serta capaian akademik dan non-akademik.
“Kita tidak hanya fokus pada prestasi semata, tetapi bagaimana membangun sistem yang mampu menghasilkan siswa yang tidak hanya pintar, tetapi juga berakhlakul karimah,” ujarnya dalam paparannya.
SMANDA menitikberatkan pengembangan pada enam aspek utama: budaya disiplin dan tertib, keseimbangan prestasi akademik dan non-akademik, lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman, guru yang profesional dan inspiratif, digitalisasi data serta pembelajaran berbasis web, serta pembentukan karakter siswa yang baik.
Sebagai langkah konkret, beberapa program unggulan akan dihadirkan, antara lain:
– Digitalisasi Data dan Pembelajaran: Melalui tiga sistem berbasis teknologi yaitu SIPsmanda, ASAsmanda, dan SISTERsmanda untuk mempermudah pengelolaan data dan proses pembelajaran.
– Kelas Unggul: Dengan struktur kurikulum yang direkayasa dan sistem promosi-degradasi untuk Kelas Unggul Akademik, Kelas Unggul Bahasa Inggris, dan Kelas Unggul Pendamping.
– Sukses SNBP & SNBT: Dibentuk Tim Layanan PTN dan Kedinasan yang menyediakan program bimbingan, modul ajar, pembahasan soal, serta panduan pemilihan program studi.
– Sukses TKA: Dengan tim khusus yang menangani pemetaan mata pelajaran, modul pembelajaran, evaluasi berkala, dan persiapan siswa untuk menghadapi Tes Kemampuan Akademik.
Dalam sesi diskusi, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung menekankan perbedaan mendasar antara Sekolah Role Model dengan sekolah unggul. “Sekolah role model tidak hanya mencari input terbaik, tetapi lebih fokus pada proses pembinaan yang terukur untuk menghasilkan siswa cerdas dan berkarakter,” ujarnya.
Beberapa poin penting yang menjadi perhatian Dinas Pendidikan meliputi dampak nyata dari program tersebut pada prestasi akademik dan non-akademik, rata-rata nilai rapor serta persentase siswa yang eligible untuk melanjutkan studi, kegiatan sosial kemasyarakatan, kurikulum pengayaan mata pelajaran inti, penguatan kepemimpinan dan bidang STEM, serta pembangunan jejaring dengan kampus, industri, dan dunia kewirausahaan.
Dengan semangat kolaboratif dan inovatif, SMANDA berkeyakinan dapat mewujudkan diri sebagai sekolah role model yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi satuan pendidikan lainnya di seluruh Provinsi Lampung.(***)

















