Bandar Lampung — Suaraexpose.com, Keputusan Pemprov Lampung untuk mengoptimalkan tiga sumber pajak utama sebagai langkah dorong Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 memang layak mendapat apresiasi.
Namun, upaya pengumpulan pajak yang lebih maksimal harus senantiasa diimbangi dengan komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat yang telah memenuhi kewajiban membayar pajak.
Seperti yang telah diumumkan, fokus pada pajak kendaraan bermotor, alat berat, dan air permukaan merupakan pilihan strategis mengingat potensi yang belum sepenuhnya tergarap.
Langkah-langkah seperti penyebaran layanan hingga tingkat desa, digitalisasi sistem pembayaran, dan pengembangan aplikasi e-PAP menunjukkan inisiatif yang baik untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban mereka.
Sosialisasi yang diperluas juga penting untuk meningkatkan kesadaran akan peran pajak dalam pembangunan daerah.
Namun, realitas yang sering terjadi adalah ketika penerimaan daerah meningkat, namun pelayanan yang diberikan tidak sebanding dengan kontribusi yang telah diberikan oleh wajib pajak.
Masyarakat berhak mengharapkan bahwa dana yang terkumpul akan digunakan untuk memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak, meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan kesehatan, serta mengatasi masalah-masalah penting lainnya seperti banjir yang sering melanda sebagian wilayah Lampung.
Pemprov Lampung juga perlu memastikan bahwa proses optimalisasi pajak berjalan dengan transparan dan akuntabel.
Tidak boleh ada praktik pemungutan yang tidak jelas atau pungutan liar yang justru menjadi beban bagi masyarakat.
Selain itu, perlu adanya mekanisme pemantauan yang melibatkan elemen masyarakat untuk memastikan bahwa penggunaan dana PAD benar-benar sesuai dengan kebutuhan utama daerah.
Dengan demikian, optimalisasi pajak bukan hanya tentang meningkatkan angka PAD semata, tetapi juga tentang membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
Jika hal ini dapat terealisasikan, maka peningkatan PAD akan menjadi fondasi yang kokoh untuk kemajuan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.

















