Bandar Lampung, Suaraexpose.com – Kondisi yang mengkhawatirkan muncul di Lapas Kelas I Raja Basa Bandar Lampung setelah ditemukan indikasi lemahnya pengawasan, 05/01/2026.
Yang membuat dugaan penggunaan ponsel dan narkoba di antara narapidana menjadi perbincangan publik. Sebuah video yang beredar memperlihatkan seorang narapidana dari Blok A3 Kamar 1, yang akrab disebut “Kep”, sedang melakukan panggilan video sekaligus diduga menggunakan zat terlarang.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas I Raja Basa, Ike Rahmawati, mengakui bahwa temuan ini menunjukkan adanya celah dalam sistem pengawasan yang dijalankan. “Kita tidak bisa menyangkal bahwa ada kelemahan yang perlu segera diperbaiki.
Pengawasan yang seharusnya ketat untuk menjaga ketertiban dan proses rehabilitasi justru tidak berjalan optimal,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurut informasi yang diperoleh, sel yang seharusnya berfungsi sebagai tempat perenungan dan penyesalan bagi pelaku kejahatan, justru memberikan akses layaknya tempat tinggal pribadi bagi sebagian narapidana.
Barang-barang terlarang seperti ponsel dan narkoba diduga masuk melalui berbagai jalur yang belum terdeteksi oleh petugas pengawas.
“Kami menyadari bahwa lemahnya pengawasan tidak hanya membahayakan keamanan dalam lapas, tetapi juga merusak tujuan utama dari pemidanaan, yaitu untuk merehabilitasi narapidana agar bisa kembali berperan positif di masyarakat,” jelas Ike Rahmawati.
Pihak lapas telah membentuk tim penyelidikan khusus untuk mengungkap akar masalah dan mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.
Langkah-langkah perbaikan sistem pengawasan juga akan segera dilakukan, termasuk peningkatan frekuensi pemeriksaan, pemantauan yang lebih ketat, serta kerja sama yang lebih erat dengan pihak kepolisian dan instansi terkait.
“Kita tidak akan tinggal diam, Semua pelanggaran yang terbukti akan mendapatkan sanksi sesuai aturan, baik bagi narapidana maupun petugas yang terbukti terlibat.
Kami berkomitmen untuk memperbaiki kondisi dan menjadikan Lapas Raja Basa sebagai tempat rehabilitasi yang benar-benar efektif,” tegas Kalapas.
Penyelidikan masih berlangsung dan hasilnya akan diumumkan secara resmi setelah semua bukti terkumpul dan diverifikasi.
Bagai mana kelanjutan masalah ini dan sangsi apa yang akan di berikan kepada sang napi dan petugas yang bertugas tunggu berita selanjut nya.(Tim)

















