Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
bandar lampungBeritakota metrolampung baratlampung selatanlampung tengahlampung utaramesujiNasionalpesawaranpesisir baratpringsewuprovinsi lampungtanggamustulang bawangtulang bawang baratway kanan

SEKDA LAMPUNG OPTIMALKAN ASET PEMERINTAH UNTUK NAIKKAN PAD TAHUN 2026

55
×

SEKDA LAMPUNG OPTIMALKAN ASET PEMERINTAH UNTUK NAIKKAN PAD TAHUN 2026

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG, Suaraexpose.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mengungkapkan, pemerintah daerah akan mengoptimalkan berbagai aset yang dimiliki untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026.

“Di 2026 tentu kita akan maksimalkan pendapatan daerah, dengan menggali potensi yang ada,” ujar Marindo saat ditemui di Bandar Lampung, Selasa.

Menurutnya, banyak aset pemerintah daerah yang belum dikelola secara maksimal namun memiliki potensi untuk memberikan penghasilan.

“Penggalian potensi yang ada tentunya dilakukan, salah satunya karena banyak aset pemerintah daerah yang belum maksimal dikelola, dan berpotensi memberikan penghasilan yang akan dimaksimalkan,” katanya.

Marindo menjelaskan, pihaknya akan meminta setiap organisasi perangkat daerah untuk mengelola aset masing-masing guna optimalisasi pendapatan.

“Kami memang mencoba maksimalkan potensi yang ada, namun semua dilakukan sesuai regulasi yang ada. Kami tidak akan memberatkan masyarakat dan pelaku usaha, oleh karena itu tentu perlu membentuk inovasi untuk menggali potensi yang ada,” ucapnya.

Terkait realisasi PAD Lampung yang masih rendah pada tahun 2025, ia menegaskan akan dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami akan evaluasi yang menjadi target pendapatan dan tagihan di 2025. Ini tentu akan menjadi catatan kita semua, sehingga di 2026 tidak terulang kembali,” tambahnya.

Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri telah memaparkan capaian realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) seluruh Indonesia hingga 30 November 2025.

Lampung masuk dalam sepuluh provinsi dengan realisasi pendapatan terendah. Di tingkat kota, Bandar Lampung juga termasuk dalam sepuluh kota dengan realisasi terendah,”Tutupnya”.(***)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *